Jika Aku Mati

January 24, 2008

Dari Seorang Sahabat :

Disana terbaring jasat yang tak pernah ku anggap mati. Jubah kelembutan dan kebaikan yang ia kenakan tak akan pernah terlepas dari jiwa-nya meski raga menanggalkan semua pakaian yang ada. Seorang sahabat tidak akan mati, ia hanya tertidur dalam ruang yang nyaman dengan wewangian dan cahaya doa yang menghantarkan-nya pada ketenangan.

Dari Seorang Musuh :

Berkuranglah satu jiwa yang selama ini tak pernah ku anggap ada. Satu kemenangan mutlak yang ku dapatkan tanpa sebuah pertarungan. Belati ku masih bersih tanpa darah kotor yang mati karena ulah ku. Sungguh beruntungnya kau wahai musuh ku yang mati lebih dulu dari ku yang masih tersiksa karena menyimpan benci pada mu. Tidur-lah yang tenang dalam surga mu yang ku sebut sebagai neraka, biar suatu saat aku akan menyusul mu.

Kata-kata ini terangkai saat terkapar ku dalam sakit selama dua hari kemarin.